Kamis, 05 November 2009

Surprise

Hari itu aku diingatkan ttg kematian. Sebenarnya yg aku tunggu adlh sebuah surprise dr Allah. Namun, ak ga nyangka kalo surprise it adlh berita lelayu. Ini hny sebuah cerita biasa2 saja bg org yg tdk memperhatikan.

Rabu, 4 November 2009
Setelah kuliah selesai, aku dan kawan-kawan satu kelompok tutorial bersiap-siap untuk praktikum di RSH Soeparwi dan Pet Shop Gallery. Jam 11 lebih, kami memulai praktikum di RSH Soeparwi. Di sana hanya ada dua ekor kucing dan seekor anjing. Salah satu kucing yang dirawat ternyata baru saja dioperasi bagian pantatnya karena tertabrak mobil. Benar-benar kasihan, ngga bisa duduk.

Praktikum kedua di Pet Shop Gallery ternyata tidak memakan waktu yang lama. Di jadwal, kami diberi waktu satu jam. Ternyata 15 menit kemudian, praktikum sudah usai. Karena hari masih panjang, aku berniat mencari bahan buku untuk menyelesaikan laporan tutorialku yang rutin dikumpulkan tiap hari Kamis. Lestari, tempat kos kawan-kawan KH-ku, adalah tujuan pertamaku. Ternyata mereka belum pulang, akhirnya aku main ke kosnya Arief Lampung.

Di sana, entah kenapa aku malas untuk pulang. Serasa dihalang-halangi pulang gitu. Tak terasa sudah menunjukkan pukul 4 sore. Ketika aku sudah bersiap untuk pulang, HP-ku berdering. Eh, ini Muqit yang telpon. Sontak aku sadar, kalo hari itu ada rapat sie acara PPUV. Kujawab dengan jawaban 'ya', 'ya', dan 'ya' diiringi dengan anggukan, walau temenku di seberang sana tak melihat. Aku langsung pamit ke Arief dan berangkat ke kampus.

Maghrib sudah tiba. Kali ini aku berada di Lestari, masih dengan tujuan yang sama yaitu mencari bahan buku untuk laporanku. Ternyata kawan-kawanku masih belum pulang. Entah mereka pergi kemana. Di sana, aku menunggu di kamar kos Agra. Ketika ku tanya tentang bahan buku, dia hanya bilang 'tak ada'.

Ku tunggu agak lama hingga waktu menjelang Isya. Ketika aku pamit untuk pulang, tiba-tiba HP-ku berdering lagi. Lagi. Ada sms dari Tia.

Aku udah pulang, Ar.
Kubalas, tunggu ya, otw.

Aku memacu motorku hingga berhenti di depan kosnya Tia. Aku sms dia bahwa aku sudah menunggu di depan kosnya. Di seberang jalan, ada sebuah warung yang menjual burjo. Di dalamnya ada Arief Lampung. Ku ajak omong dia sambil membunuh waktu menunggu Tia.

Ketika Tia datang, aku konfirmasi sms-ku. Ternyata sms ku baru datang beberapa menit yang lalu, padahal aku sms jam 3-an. Tia meminta maaf karena dia tak menepati janji, memberitahuku jika dia sudah pulang karena aku mau meminjam bahan bukunya."Aku ketiduran", katanya.

"Bukan salahmu Tia,"kataku pelan,"mungkin IM3 baru eror, nyatanya sms ku baru aja nyampe".

"Sepertinya aku mo dikasih surprise lo Tia," potongku karena dia terus menerus meminta maaf. Dia tanya, "surprise apa?"

Aku jelaskan analisisku, hari ini ngga biasanya aku gini. Banyak kejadian-kejadian yang bersifat kebetulan, aku dihalang-halangi untuk pulang, dan aku juga diberi lupa. Kayaknya aku bakal diberi surprise, mungkin burung hantu yang aku pesan sudah datang, atau yang laen.

5 November 2009
Kalo aku pulang malam, pasti de tempat pertama yang aku tuju adalah kasur bambuku. Jam 2 pagi, aku terbangun untuk ngerjain tugas. Entah kenapa, di lantai bawah, ayah dan ibuku jalan mondar-mandir, buka-tutup pintu, pokoknya berisik banget. Aku pun turun.

Ibuku cerita kalo pakdhe ku , dalam bahasa Indonesia paman, tiba-tiba ngga bisa ngomong n gerak. Beberapa menit yang lalu, budhe ku, dalam bahasa Indonesia bibi, menelpon ayahku. Paman tiba-tiba aja membangunkan bibiku yang baru tidur. Setelah membangunkan bibiku, tiba-tiba paman tak bisa ngomong dan gerak. Oleh sepupuku, akhirnya paman diantar ke rumah sakit. Ayahku akhirnya menyusul ke rumah sakit. Aku disuruh untuk menjaga rumah dan ibuku.

Beberapa menit kemudian, HP ibuku berdering. Innalillahi wa innailaihi raji'un. Pamanku telah wafat. Ibuku tak berani memberi kabar kepada ayahku yang sedang dalam perjalanan. Beliau menelpon beberapa paman dan bibiku yang lain.

Hari, itu sungguh aku tak mengira. Pamanku tak menderita sakit apa-apa. Beliau sehat, tapi tetap saja kematian mendatanginya. Apakah ini surprise-Mu ya Allah?

Aku mulai menghubungkan kejadian kemarin hingga sekarang ternyata ada konektivitasnya. Inilah surprise yang diberikan Allah kepadaku. Surprise itu tak pasti sebuah kabar gembira, bisa saja kabar lelayu.

Pada hari yang sama, ternyata aku memperoleh dua surprise. Yang satu adalah berita lelayu, yang satunya lagi berita gembira. Di pemakaman pamanku, hadir salah satu sahabat lamaku SMP. Dia kutanya, "kok bisa sampe sini?" Ternyata dia adalah kawan dari pacar dari sepupu perempuanku yang juga anak pamanku yang meninggal.

Sekali lagi, hidup ini tak bisa ditebak. Banyak kejadian-kejadian unik yang timbul karena ada hukum sebab-akibat. Ada yang bisa dianalisis ada juga yang tidak. Hidup atau mati, semua sudah diatur oleh Yang Di Atas. Kapan giliran kita?

5 komentar:

  1. kiTa taK aKan prnAh tAu kPan gLiraN kiTa aR..
    daN yG maMpu kiTa lakUkan sEkaRAng aDalaH teRus bRuSaha jD leBih baiK..
    seMoGa kiTa mamPu..

    jD pnGen nOnton Film 2012, aDa tMen yG jNji maU nGajak nOnton bUlan nOvembeR, smOga dia gAk luPa..
    hE33..

    _nAnA_

    BalasHapus
  2. q turut berduka cita Ar,,,

    eh, numpang nanya
    lelayu tu arti'na apa???

    BalasHapus
  3. waktu kita, bukan kita yang menentukan.
    kita jangan pernah mengira2 kapan kita pergi.
    cukup jalani hidup sebaik yang kamu bisa.
    urusan kapan, bagaimana, dan dengan siapa kamu pergi, itu urusan Allah.

    kita diingatkan, bahwa kapanpun, dalam keadaan apapun, dalam kondisi kesehatan apapun, Allah bisa mengambil kita.

    oleh karena itu, selalu berusaha yang terbaik dalam hidup. :)

    BalasHapus
  4. @dina: berita lelayu itu kabar kematian...
    kira-kira intinya gitu...

    BalasHapus